Sunday, September 25, 2016

Ahok Duga Ada Mafia Iklan JPO di Jakarta


Kondisi Jembatan Penyeberangan orang di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang roboh pada, Sabtu (24/9/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meyakini ada mafia iklan di jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta. Mafia inilah yang disebutnya mengkondisikan JPO-JPO di Jakarta dipenuhi oleh iklan. Ahok mengaku mulai menyadari adanya mafia JPO di Jakarta setelah mengetahui pembangunan JPO pada masa lalu merupakan hasil kerjasama dengan pihak swasta.
Kerjasama itu membuat swasta memiliki kompensasi untuk memasang iklan di JPO.
"Ini kan kayak ada mafia iklan yang pengen mengusai JPO," kata Ahok di Balai Kota, Senin (26/9/2016).
Ahok mengaku sudah menginstruksikan agar pembangunan JPO ke depannya menggunakan anggaran pembangunan belanja daerah (APBD).
Namun, keinginannya itu terganjal karena masih banyaknya JPO yang masih dalam masa kontrak kerjasama dengan swasta. Belum lagi, kata dia, proses pembongkaran JPO tidak mudah. Karena membutuhkan proses lelang yang tidak sebentar.
Proses lelang untuk pembongkaran yang tidak sebentar ini diduga Ahok karena adanya mark-up anggaran saat pembangunan. Kondisi inilah yang disebut Ahok membuat proses pembongkaran aset-aset milik Pemerintah provinsi DKI cenderung memakan waktu lama, tidak hanya yang terkait JPO, tapi ia juga mencontohkan pembongkaran Stadion Lebak Bulus dan pembongkaran sekolah-sekolah.
"Jadi gedung yang kami terima dari pekerjaan-pekerjaan melalui kontraktor itu nilainya melampaui nilai sesungguhnya. Makanya waktu kamu lelang dengan nilai sisa yang begitu tinggi, ada enggak yng mau lelang? enggak mau," ujar Ahok.
Ahok sebelumnya meyakini ambruknya JPO di Pasar Minggu, Jakarta Selatan akibat dipasangi iklan. Ia menilai papan iklan menyebabkan sirkulasi angin menjadi terhambat. Dampaknya, JPO tak kuat menahan beban saat terjadi angin kencang seperti pada peristiwa Sabtu (24/9/2016).
Ambruknya JPO di Pasar Minggu menyebabkan tiga orang tewas dan sejumlah lainnya mengalami cedera berat.

No comments:

Post a Comment