Sejumlah tas berisi uang milik PT. TAG yang ditinggalkan perampok. Foto: dokumentasi Polda Jabar
BANDUNG, Kawanan perampok membawa kabur uang senilai lebih dari Rp 10 miliar setelah menodong mobil PT TAG, perusahaan jasa pengangkut uang ATM.
Saat dirampok, mobil tersebut ditumpangi tiga petugas tanpa mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri
Yunus menyebut, PT TAG menyalahi prosedur. Sebab, kata dia, sesuai
aturan, mobil pengangkut uang ATM wajib dikawal anggota polisi.
"Tidak ada anggota polisi yang mengawal, tolong dimasukkan juga itu tidak sesuai aturan SOP," kata Yusri kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (15/9/2016).
Menurut Yusri, dalam sistem pengamanan jasa perusahaan pengirim uang ATM, setiap mobil pengangkut uang mesti didampingi anggota polisi bersenjata lengkap.
"Yang ada itu seharusnya mendapat pengawalan polisi. Harusnya ada polisi, biasanya didampingi Pam Obvit," tuturnya.
Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku yang diduga berjumlah 10 orang. Selain itu, polisi pun memeriksa dua selongsong peluru yang ditembakkan pelaku saat kejadian.
"Identitas pelaku belum tahu, kita juga belum tahu senjatanya jenis organik atau rakitan. Dia memang sempat menembakan dua kali, kita temukan ada dua selongsong, kita lagi dicek di Labfor," ujarnya.
Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Ketiganya merupakan penumpang mobil PT TAG.
"Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tiga orang, satu sopir dan dua sekuriti, sekuriti pertama kan melarikan diri, dia yang melapor," jelasnya.
Menurut Yusri, dalam sistem pengamanan jasa perusahaan pengirim uang ATM, setiap mobil pengangkut uang mesti didampingi anggota polisi bersenjata lengkap.
"Yang ada itu seharusnya mendapat pengawalan polisi. Harusnya ada polisi, biasanya didampingi Pam Obvit," tuturnya.
Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku yang diduga berjumlah 10 orang. Selain itu, polisi pun memeriksa dua selongsong peluru yang ditembakkan pelaku saat kejadian.
"Identitas pelaku belum tahu, kita juga belum tahu senjatanya jenis organik atau rakitan. Dia memang sempat menembakan dua kali, kita temukan ada dua selongsong, kita lagi dicek di Labfor," ujarnya.
Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Ketiganya merupakan penumpang mobil PT TAG.
"Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap tiga orang, satu sopir dan dua sekuriti, sekuriti pertama kan melarikan diri, dia yang melapor," jelasnya.
No comments:
Post a Comment