JAKARTA, Dua kapal perang milik TNI Angkatan Laut menangkap Kapal MT Angeline II di perairan Lagoi Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (1/9/2016).
Kapal itu diduga terlibat sindikat perdagangan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Penerangan Komando Armada RI
Kawasan Barat (Koarmabar) Mayor Laut Budi Amin, penangkapan itu berawal
dari penangkapan Kapal MT Vier Harmoni beserta awaknya, beberapa waktu
lalu.
Kapal MT Vier Harmoni merupakan bagian dari sindikat perdagangan BBM ilegal.
"Tim Western Quick Response (WFQR) 4 kemudian mendapat informasi dari hasil tracking
alat-alat komunikasi yang dipakai MT Vier Harmoni. Kemudian didapatlah
posisi kapal Angeline II ini," ujar Budi Amin di Jakarta, Jumat
(2/9/2016).
Berbekal informasi itu, Tim WFQR 4 mengerahkan dua unit kapal perang,
yakni KRI Siribua-859 dan KRI Alamang-644 untuk menyisir perairan
Lagoi.
Sekitar pukul 16.50 WIB, Mayor Laut Ferry Hutagalung yang merupakan Komandan KRI Alamang mendeteksi keberadaan MT Angeline II.
"Saat itu, MT Angleline II sedang berjalan pelan, maka kami sergap," ujar Budi.
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama Irawan mengatakan, berdasarkan
pemeriksaan sementara, Kapal MT Angeline II baru saja berlayar dari
Kuantan menuju East OPL dengan muatan 300 ton BBM tanpa dilengkapi
dokumen.
"Saat ini MT Angeline II sedang dikawal ketat KRI Alamang menuju Dermaga Tanjung Uban untuk diproses hukum," ujar Irawan.
Irawan menegaskan, berdasarkan catatan pihaknya, MT Vier Harmoni dan
MT Angeline II adalah target operasi yang selama ini sudah diincar.
Aktivitas penyelundupan BBM ilegal kedua kapal itu ditaksir merugikan negara ratusan miliar rupiah.
No comments:
Post a Comment