Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Mahyudin
JAKARTA, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengakui bahwa MPR melobi pemerintah agar tidak memotong anggaran MPR sesuai yang dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016.
Menurut dia, lobi ini membuat anggaran MPR tidak dipotong.
"Kalau MPR memang ngelobi," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Mahyudin mengatakan, anggaran MPR dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 tidak terlalu besar, hanya Rp 768 miliar.
"Kalau MPR memang ngelobi," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Mahyudin mengatakan, anggaran MPR dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 tidak terlalu besar, hanya Rp 768 miliar.
Anggaran itu, kata dia, lebih banyak digunakan untuk sosialisasi empat pilar.
"Kami tidak ada belanja barang, kecuali hanya buku-buku dan itu
enggak bisa dikurangi. Jadi, kami sudah ketemu Menkeu, pimpinan MPR, dan
pimpinan fraksi menyampaikan ke Ibu Sri Mulyani setuju untuk anggaran sosialisasi tidak dipotong," ujar politisi Partai Golkar itu.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penghematan Anggaran Kementerian dan Lembaga per tanggal 26 Agustus 2016 tersebut.
Ada 83 kementerian/lembaga yang diminta menghemat anggaran. Total dari penghematan anggaran itu mencapai Rp 64 triliun.
Namun, MPR, DPR, dan DPD tidak termasuk yang diminta melakukan penghematan.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penghematan Anggaran Kementerian dan Lembaga per tanggal 26 Agustus 2016 tersebut.
Ada 83 kementerian/lembaga yang diminta menghemat anggaran. Total dari penghematan anggaran itu mencapai Rp 64 triliun.
Namun, MPR, DPR, dan DPD tidak termasuk yang diminta melakukan penghematan.
No comments:
Post a Comment