Thursday, September 1, 2016

Ibu Bunuh Diri Sambil Gendong Balita, Terjun dari Lantai 32 Apartemen


KUALALUMPUR,  Seorang ibu bunuh diri dengan cara terjun dari lantai 32 apartemen tempat dia tinggal, di Bukit Jalil, Kualalumpur, Malaysia, Rabu kemarin.
Tak sendiri, perempuan ini pun membawa serta anak lelaki yang masih berumur tiga tahun. 

Seperti diberitakan Harian The New Straits Times, insiden ini terjadi di kondominium the Kiara Residence 2, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Kepala Kepolisian Cheras, Chong Kok Sin saat kejadian seluruh keluarga ada di apartemen mereka yang terletak di lantai sembilan.
Wanita yang diidentifikasi bernama Choo Kai Lun, lalu pamit kepada suaminya untuk membuang sampah keluar. 

Saat itu, anak laki-laki mereka pun dibawa serta. 

Beberapa saat berselang, suami perempuan berusia 23 tahun itu mengaku mendengar kegaduhan dari bawah.
Dia pun beranjak untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Alangkah terkejutnya dia, ketika melihat anak dan istrinya tergeletak tak bernyawa di balkon lantai satu.
Choo dan anaknya tewas di tempat kejadian, dengan kondisi sangat mengenaskan. Luka parah terlihat di kepala dan sekujur tubuh mereka.
Polisi mengaku menemukan ponsel Choo di lantai 32 gedung apartemen tersebut.  Diduga, dari lantai itulah perempuan tersebut mengakhiri hidup bersama anaknya.
Chong mengatakan, berdasarkan penyelidikan diketahui Choo memang memiliki riwayat depresi.
Dia pernah menjalani pemeriksaan psikiatrik pada bulan Mei lalu. 

"Suaminya mengaku, perempuan itu berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk bunuh diri bersama anaknya," ujar Chong.
Jasad keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia, untuk menjalani pemeriksaan post-mortem.

Pemerintah Akan Sertifikasi Profesi Sejarawan


Kasubdit Pembinaan Tenaga Kesejarahan Direktorat Sejarah pada Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) Saptari Novia Stri saat ditemui dalam Pekan Budaya Indonesia 2016 di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016)

MALANG,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jendral Kebudayaan akan melakukan sertifikasi terhadap profesi sejarawan.
Hal itu dilakukan supaya sejarawan yang ada di Indonesia bisa berpartisipasi dalam agenda-agenda sejarah internasional.
Kasubdit Pembinaan Tenaga Kesejarahan Direktorat Sejarah pada Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) Saptari Novia Stri mengatakan, dalam dunia internasional, sertifikasi profesi sejarawan sudah sangat dibutuhkan. Sebab, meski memiliki karya yang bagus tentang sejarah, masyarakat internasional bisa menolak karena tidak ada kepemilikan sertifikat profesi.
"Sertifikat itu nanti bisa digunakan jika mau mengirim karangan ke dunia internasional. Jadi meski sudah menulis sejarah, tapi ketika ke internasional pasti ditanya, mana kompetensinya," katanya saat ditemui dalam Pekan Budaya Indonesia 2016 di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (1/9/2016).
Saat ini, sertifikasi terhadap sejarawan masih tahap proses. Kemendikbud masih merencanakan pembentukan lembaga sertifikasi profesi yang ada dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan.
"Ini mulai merintis lembaga sertifikasi profesi. Kita berharap tahun ini sudah jadi," ucapnya.
Dia menjelaskan,  dari lembaga sertifikasi profesi tersebut, akan ada tim khusus. Tim itu yang akan menguji dan mengeluarkan sertifikat untuk para sejarawan.
"Ada tim assesor yang menguji. Jadi tidak serta merta jadi. Dia harus ikut tim assesor dulu," jelasnya.
Dengan begitu, semua orang yang ingin menjadi sejarawan harus memiliki sertifikat profesi, meski sudah memiliki gelar profesor sekalipun.
Selain itu, uji sertifikasi itu tidak melulu bagi orang yang latar belakang pendidikannya sejarah. Menurut dia, semua orang bisa mengikuti sertifikasi asal memiliki karya sejarah yang baik.
"Misalnya dia masyarakat yang hobi menulis soal sejarah tapi tidak berlatar belakang sejarah. Itu bisa ikut sertifikasi," ungkapnya.
Menurut Saptari, masyarakat indonesia saat ini masih minim soal kepedulian terhadap sertifikat profesi. Padahal, dunia internasional sudah menuntut adanya sertifikat tersebut. Apalagi Indonesia sedang menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kadang-kadang orang kita mengabaikan kompetensi, sertifikat gitu. Padahal kedepannya itu sangat dibutuhkan," jelasnya.
Saptari juga menyesalkan anak didik yang tidak lagi tertarik terhadap pelajarah sejarah. Kedepan ia akan memperkenalkan cara mengajar sejarah yang asyik dan tidak membosankan.

Siram Pramugari Cathay Pacific Pakai Jus Jeruk, Ibu Ini Kena Denda Rp 8 Juta


Sejumlah petugas naik ke dalam pesawat menyusul insiden penyiraman kepada pramugari oleh penumpang.

HONGKONG, - Xu Chao Yu, wanita yang ditangkap karena menyiramkan segelas jus jeruk kepada pramugari Cathay Pacific diganjar hukuman denda 4.000 dollar Hongkong, atau hampir Rp 8 juta.
Perempuan berusia 37 tahun itu dinyatakan bersalah terkait pasal penyerangan, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tsuen Wan, Hongkong, kemarin.
Seperti dilansir laman HK01, hakim menilai, Xu seharusnya bisa mendekam di balik jeruji besi, namun dia masih beruntung.
Selama ini, terdakwa tak memiliki catatan kriminal, dan serangan yang dilakukan kepada pramugari pun tak menyebabkan cidera.
Diberitakans sebelumnya, perempuan ini melakukan perjalanan bersama tiga anaknya, dan sepasang orang tua.
Mereka menumpang pesawat dengan nomor penerbangan CX746 dari Dubai ke Hong Kong pada 29 Juli 2016 lalu.
Di dalam penerbangan itu, Xu disebut terlibat adu argumen dengan pramugari. Pemicunya adalah layanan awak kabin itu yang tak bisa menjaga makanan untuk anak-anaknya.
Puncaknya, dia pun menyiramkan segelas jus jeruk kepada perempuan itu.
Insiden ini memaksa polisi naik ke pesawat, sesaat setelah kapal itu mendarat di Bandara Internasional Hongkong.
Xu pun langsung ditangkap kala itu dengan tuduhan penyerangan. 

Polda Metro Amankan 25 Orang Penghuni Apartemen di Kelapa Gading

JAKARTA,  Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional dan Dirjen Keimigrasian mengamankan 25 orang saat razia narkoba di salah satu apartemen, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (1/9/2016).

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol John Turman Panjaitan mengatakan, razia dilakukan atas informasi warga yang menyebut ada dugaan penggunaan narkoba di apartemen tersebut. Ke-25 orang itu diamankan di lima tower yang berbeda dan terdiri dari 23 warga negara Nigeria, dan dua warga negara Indonesia.

John mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan, 23 WNA tidak memiliki paspor dan visa kunjungannya telah habis. Sedangkan saat dilakukan pemeriksaan urine, para WNA negatif menggunakan narkoba.

Adapun dua WNI yang ditangkap adalah K dan S. Untuk K, tertangkap tangan memiliki dua pucuk senjata api jenis hand gun. Saat dilakukan tes urin, K positif mengkonsumsi narkoba, namun tidak ditemukan barang bukti apapun. Sama halnya dengan S yang positif menggunakan narkoba namun tak ditemukan barang bukti.

"Untuk WNA kami masih dalami cara dia masuk. Begitu juga dengan WNI yang menyimpan senjata api, dia tidak bisa menunjukkan bukti surat kepemilikan," ujar John, saat dihubungi Kompas.com, Kamis sore.

Seluruh WNA yang diamankan dari apartemen tersebut saat ini telah diserahkan ke kantor imigrasi untuk ditindaklanjuti. Adapun S telah dibebaskan karena tidak terbukti menyimpan barang terlarang berupa narkoba.

Untuk K, pihak kepolisian masih menelusuri dari mana asal senjata api yang dimilikinya.

"Kalau K ini karena narkoba tidak ada, jadi dipermasalahkan soal kepemilikan senjata api," ujar John.

Jasad Wanita Paling Jangkung di Thailand Disumbangkan untuk Riset


Nama Malee pernah dibukukan di dalam buku rekor dunia the Guinness World Records pada tahun 2009, sebagai wanita tertinggi di dunia.

BANGKOK,  Keluarga dari perempuan paling jankgkung di Thailand, Malee Duangdee, menyumbangkan jasad wanita itu untuk penelitian.
Malee meninggal dunia pekan lalu, dalam usia 24 tahun.
Kini, jasad Malee didonasikan kepada rumah sakit Siriraj, dengan harapan bisa mendatangkan manfaat untuk para mahasiswa kedokteran di sana.
Dalam pengukuran terakhir, Malee tercatat memiliki tinggi badan 212 centimeter.
Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu lalu. Diduga wanita ini mengalami serangan jantung yang terkait dengan penyakit kronis lain yang dideritanya.
Nama Malee pernah dibukukan di dalam buku rekor dunia the Guinness World Records pada tahun 2009, sebagai wanita tertinggi di dunia.
Saat itu dia berusia 17 tahun dan memiliki tinggi 207 centimeter.
Lembaga Palang Merah Thailand membawa jasa Malee ke Siriraj Hospital, Rabu malam kemarin.
Seperti diberitakan laman Coconuts, dalam kebiasaan di Thailand, jasad yang digunakan untuk riset medis dihormati, dan disebut sebagai "kepala" bagi para mahasiswa kedokteran.
Lebih dari 3.000 orang menghadiri pemakaman Malee di kuil Chang Kluea, yang berada di kampung halamannya di Provinsi Trat, Thailand.

Prasetio Sebut Megawati Ingin Usung Ahok Lagi


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menerima buku "Megawati dalam Catatan Wartawan: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat" dari Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, di Gedung Arsip Nasional, Rabu (23/3/2016).

JAKARTA,  Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri ingin kembali mengusung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Ahok bukan kader dan tidak mengikuti penjaringan yang diselenggarakan DPP PDI-P. "Kalau Ahok ini kan eksternal. Sekarang kan itu diinginkan oleh Ibu Ketum dan DPP, ya ini sesuai apa yang dikatakan Pak Sekjen (PDI-P) saat itu," kata Prasetio, di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (1/9/2016).
Adapun pernyataan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto yang dimaksud Prasetio seusai pertemuan oleh Megawati bersama Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDI-P bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Djarot Saiful Hidayat di kantor DPP PDI-P, pada 17 Agustus 2016 lalu.
Megawati ingin kembali memasangkan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun ada mekanisme partai politik yang harus dilalui.
"Pasangan Jokowi-Ahok itu yang mengusung PDI-P dengan Gerindra lho saat itu. Kami wajib menjaga sampai pemerintahan tahun 2017, wajib menjaga karena yang mendukung kami," kata Prasetio.
"Masak kami mendukung, tapi kami menjatuhkan, kan lucu," kata Prasetio.
Dia tak bisa menjelaskan apakah nama-nama bakal calon gubernur dari PDI-P sudah mengerucut atau belum. Sebab, saat ini pembahasan masih dilakukan oleh DPP PDI-P.
DPD PDI-P sebelumnya juga telah melaksanakan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
"Tinggal tunggu penugasan DPP, si A, si B, atau siapa ya kami nunggu aja. Soalnya tugas kami sudah selesai," kata Prasetio.

Dicopot sebagai Menteri, Yuddy Chrisnandi Jadi Staf Ahli Wapres


Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi

JAKARTA, Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjuk Yuddy Chrisnandi sebagai salah satu staf ahli Wapres. Ketua Tim Ahli Wapres, Sofjan Wanandi, mengonfirmasi kabar tersebut.
“Sementara saja (jadi staf ahlinya), dua sampai tiga bulan saja di sini,” kata Sofjan saat dihubungi awak media, Kamis (1/9/2016).
Yuddy sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) di Kabinet Kerja.
Dia jadi salah satu menteri yang diganti pada perombakan kabinet akhir Juli lalu. Posisi Menpan-RB kini diisi Asman Abnur. Sofjan sendiri tidak menjelaskan secara rinci apa tugas Yuddy nantinya.
Ia hanya menyebut, Yuddy akan belajar mengenai persoalan luar negeri sebagai persiapan untuk menjadi duta besar nantinya.
“Kemungkinan, kalau tidak (jadi) duta besar India, atau Malaysia. (Jadi) hanya untuk belajar,” ujarnya.
Sofjan menambahkan, salah satu dari kedua negara itu bakal menjadi destinasi Yuddy lantaran adanya pergantian posisi duta besar dalam waktu dekat.
Sofjan pun menampik bahwa kedua negara itu menjadi pilihan lantaran adanya permintaan dari Yuddy.
Diberitakan sebelumnya, setelah pasti diganti dari jabatan Menpan-RB, Yuddy melontarkan keinginannya untuk menjadi duta besar. Itu diungkapkan Yuddy kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut Yuddy, dia siap ditugaskan menjadi duta besar sekalipun di negara kecil. Dia mengatakan bahwa Presiden menyikapi ekspektasi itu dengan positif dan gembira.
 
"Nanti mungkin Presiden akan menyampaikan ke Menteri Luar Negeri dan akan dibicarakan negara mana yang cocok. Biasanya itu mantan menteri tidak mau jadi duta besar. Kalau saya, mau karena akan memberikan perspektif baru, pengalaman baru," ucap dia.