Tuesday, September 6, 2016

Duterte Jadi Presiden, Tiap Hari 44 Warga Filipina Tewas Terkait Narkoba


Kerabat dan keluarga perkabungan membawa peti mati seorang remaja yang tewas dibunuh polisi karena dia diduga melawan ketika akan ditangkap dalam sebuah patroli pada 31 Agustus 2016 di Manila, Filipina.

MANILA,  Rata-rata 44 orang dibunuh setiap hari di Filipina dalam perang melawan narkoba. Data itu disiarkan aparat kepolisian di Manila, Selasa (6/9/2016). Menurut polisi Filipina, jumlah korban tewas telah melonjak menjadi 3.000 orang sejak Presiden Rodrigo Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, seperti dilaporkan AFP.
Sebelumnya, dilaporkan 2.400 orang tewas. Sebanyak 900 orang di antaranya tewas dalam operasi polisi dan sisanya, 1.500 orang, tewas di luar operasi polisi.
Peningkatan jumlah korban muncul setelah Duterte, Senin (5/9/2016), berjanji untuk melawan kecaman internasional dan akan membunuh lebih banyak lagi penjahat terkait narkoba.
Duterte, Senin (5/9/2016), mengatakan, masih ada banyak orang yang akan dibunuh terkait kasus narkoba di negaranya.
Kampanye Duterte diklaim untuk melawan peredaran narkoba dan operasi itu takkan berhenti selama para pelaku kejahatan itu tidak berhenti, seperti dilaporkan Reuters.
Hingga Senin, sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, sekitar 2.400 orang tewas terkait dengan perang melawan para bandit narkoba.

No comments:

Post a Comment