Lingkaran hitam di bawah mata sudah lama menjadi permasalahan yang dapat
mengurangi penampilan banyak orang. Seseorang akan terlihat lelah,tidak
menarik dan tua. Apa sebenarnya yang menyebabkan timbulnya lingkaran
hitam ini?
Lingkaran hitam yang dalam dunia medis disebut
lingkaran hitam periorbital ini dapat terlihat dengan jelas karena kulit
di sekitar mata merupakan bagian tubuh yang paling tipis. Empat kali
lebih tipis dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Karena kulit bisa
menjadi begitu tipis, pembuluh darah menjadi mudah terlihat. Ini mengapa
disekitar mata kita kadang terlihat seperti luka lebam yang parah
dibandingkan dengan bagian tubuh kita yang lain.
Lingkaran hitam
yang terlihat biru ini terjadi karena darah. Hanya gelombang cahaya
violet saja yang memungkinkan melewati kulit, sehingga cahaya biru
dipantulkan kembali yang mengenai retina. Akibatnya pembuluh darah
menjadi terlihat kebiruan.
Warna lingkaran mata bisa beragam.
Pada orang yang memiliki kulit lebih gelap, pembuluh darah yang tampak
lebih hijau atau coklat sehingga warna lingkaran mata pun mengikuti.
Sementara pada orang dengan kulit yang sangat tipis seperti albino,
lingkaran hitam yang berwarna merah atau ungu tua. Mirip warna darah.
Lingkaran
mata akan semakin terlihat ketika umur kita bertambah. Kulit di seluruh
tubuh kita menjadi lebih tipis dan kehilangan elastisitasnya, termasuk
pada area mata. Ini menjawab mengapa orangtua memiliki lingkaran hitam
periorbital yang lebih menonjol meskipun mereka cukup beristirahat.
Lingkaran
hitam juga bisa dipicu karena gaya hidup seseorang seperti merokok,
konsumsi kafein dan alkohol, kurang tidur serta dehidrasi.
Meski
begitu, secara genetik, beberapa orang cenderung memiliki lingkaran
hitam sepanjang waktu. Baik muda maupun tua dan dalam keadaan mereka
cukup tidur. Hal ini disebabkan karena kondisi yang disebut dengan
Hiperpigmentasi Periorbital.
Hiperpigmentasi Periorbital
menyebabkan kulit dibawah mata memproduksi melanin lebih banyak sehingga
bagian mata akan terlihat lebih gelap. Melanin sendiri merupakan pigmen
warna pada kulit, rambut dan mata manusia.
Meski tidak
menimbulkan resiko kesehatan, namun secara estetika Hiperpigmentasi
Periorbital membuat penampilan seseorang menjadi kurang menarik.
"Lingkaran
hitam di bawah mata menjadi perhatian yang besar di dunia estetika. Ini
akan menggambarkan kondisi seseorang seperti orang yang sedih, lelah,
stress dan tua," kata Roberts WE, seorang Dermatolog seperti dikutip
dari 3gag.org Senin (1/8/2016)
Kondisi ini memang
menjadi tantangan untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Saat ini
orang lebih banyak beralih menggunakan kosmetik untuk menutupi kulit
disekitar mata mereka.
No comments:
Post a Comment